21 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Filipi 2:3
A. PENGANTAR
Kerendahan hati bukan hanya bicara tentang sikap kita kaitannya terhadap Tuhan (ORANG YANG RENDAH HATI=ORANG YANG MENCARI ALLAH) dan kaitannya terhadap diri sendiri (MENTALITAS-“PERGI DUDUK DITEMPAT YANG PALING RENDAH”). Tetapi kerendahan hati juga bicara tentang sikap kita kaitannya dengan orang lain. Ketiganya saling berkaitan. Kita tidak akan pernah bisa menjadi orang yang rendah hati (menurut versi Allah) jika tidak dekat dan mengenal Allah dengan baik. Semakin kita dekat dengan Allah, semakin kita bisa menjadi orang yang tidak mencari pujian dari manusia, semakin kita bisa menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Filipi 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Tuhan melalui Paulus menasihatkan kepada umat Tuhan di Filipi agar hidup dalam kerendahan hati satu sama lain dengan cara tidak mencari kepentingan sendiri, atau puji-pujian yang sia-sia. Dan setiap orang menganggap orang lain lebih baik dari dirinya sendiri atau jika dalam versi Message dikatakan “put yourself aside, and help others get ahead.”(Kesampingkan diri Anda, dan bantu orang lain untuk maju).
Kedengarannya seperti sebuah ide yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Benarkah demikian?
Kita sudah sering mendengar sebuah negara atau bangsa mengalami perpecahan karena perebutan kekuasaan. Yang satu menganggap dirinya lebih pantas berkuasa atau memerintah, yang satu lagi merasa dirinya lah yang berhak, dan seterusnya sampai akhirnya terjadi konflik yang tak kunjung usai. Bahkan didalam gereja Tuhan pun harus kita akui kita juga sering mendengar hal-hal yang menjurus kepada perpecahan bahkan tidak sedikit yang sudah mengalami perpecahan. Seringkali perpecahannya berakar dari mana?berakar dari sikap yang tidak mau menganggap satu sama lain lebih baik dari dirinya sendiri. Tidak mau mengesampingkan dirinya sendiri, dan membiarkan bahkan membantu orang lain untuk maju.
Bayangkan jika sikap tersebut ada ditengah-tengah jemaat, kehidupan seperti apa yang akan tercipta ditengah-tengah jemaat tersebut? Pastilah sebuah kehidupan yang memancarkan kasih Kristus dan menerangi semua orang yang melihatnya.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita bangun sikap mengesampingkan diri sendiri, dan membantu orang lain untuk maju. Sikap ini harus kita tanam dan terapkan dalam kehidupan kita bukan hanya di gereja tetapi dimanapun kita berada. Sikap yang dibangun bukan berdasarkan rasa minder atau inferior, melainkan berdasarkan kasih dan karakter Kristus yang ada didalam kita.
Pastinya dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Namun semakin sering dan konsisten kita melakukannya, semakin kita terlatih juga untuk mati atas diri sendiri. Semakin kita mati atas diri sendiri, semakin kita dekat untuk menjadi serupa Kristus.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dengan rekan komsel, contoh-contoh praktis yang relevan dengan renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

