renungan sabtu

RABU : TINGGALLAH DI DALAM YESUS

29 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yoh 15:1-8

PENGANTAR

Buah pasti muncul dari pohon yang sudah dewasa, dan buah dalam proses pertumbuhannya akan terus menempel pada ranting pohonnya, makanan buah akan di supply terus dari pohon sampai buah tersebut berkembang dan bertumbuh menjadi buah yang matang “dewasa”. Buah adalah cerminan dari pohonnya. Sejak kecil sampai besar, namanya buah mangga tetap disebut “mangga”, buah mangga yang sudah matang akan mencerminkan rasa sejati mangga. Rasa buah mangga akan berbeda seiring dengan kematangan “kedewasaan” buah tersebut, buah mangga yang matanglah yang kita harapkan. Boleh saya sebutkan bahwa kita sejak terima Yesus sudah disebut pengikut Kristus “Kristen”, tetapi untuk kita benar-benar menghasilkan buah Roh itu butuh pertumbuhan dan kedewasaan. Dalam bacaan diatas dijelaskan bahwa kita adalah ranting dari pokok anggur, hanya dengan melekat “Christ Centre” terus menerus kita dapat berkembang dan bertumbuh dewasa, dan menghasilkan buah. Yang namanya buah tidak akan muncul dari cabang atau ranting yang masih muda, pasti dari cabang yang dewasa agar bisa menghasilkan dan menopang pertumbuhan buah, buah tidak akan muncul atau hilang seketika. Teruslah berpegang, tinggal dalam pokok anggur yang sejati “Kristus” maka kamu akan serupa dengan Dia. Setiap ranting akan dibersihkan Tuhan agar berbuah lebat, tetapi ada peringatan yang serius apabila ranting tidak menghasilkan buah akan dibuang.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Yoh. 15:1 “Akulah  pokok anggur  yang benar   dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 Setiap ranting  pada-Ku yang tidak berbuah,  dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah,  dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Berdasarkan ayat diatas:
Siapakah yang pokok Anggur yang benar?
Bagaimana supaya kita bisa berbuah?
Apa akibatnya kalau kita tidak berbuah?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Seperti pertumbuhan dan perkembangan buah yang dihasilkan dari cabang atau ranting yang dewasa, demikianlah hidup kita, kalau ingin berbuah harus mau tinggal atau melekat terus pada pohon sejati yaitu Yesus. Kita tinggal di dalam Yesus berarti kita bisa mendapatkan aliran makanan yang cukup membuat kita bertumbuh dewasa. Bisa saja kita sudah lama menjadi orang percaya, tetapi karena tidak terus tinggal dalam Yesus kita tidak mengalami kedewasaan tetapi terus menjadi Kristen yang masih anak-anak, tanpa bisa mandiri atau bertanggung jawab. Terus menjalani kehidupan dengan cara yang lama dan mengandalkan diri sendiri, karakter atau perilaku kita tidak berubah, masih terus dikuasai oleh kedagingan bukan oleh Roh Tuhan. Agar kita bisa mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah, teruslah percaya kepada Yesus, melekat kepada Dia melalui doa, pembacaan dan perenungan firman Tuhan, bersekutu dan menyaksikan kebaikanNya. Inilah yang akan membuat kita terus bertumbuh menjadi dewasa dan mengalami buah Roh dalam kehidupan kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Teruslah tinggal didalam Yesus melekat kepada Dia melalui doa, pembacaan dan perenungan firman Tuhan, bersekutu dan menyaksikan kebaikanNya setiap hari. Tinggalkan cara hidup yang lama, mulailah dengan cara hidup yang baru, TINGGAL TETAP DIDALAM YESUS “CHRIST CENTRE”.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah kepada satu orang hari ini bagaimana agar kita bisa menjadi dewasa dan cara hidup tinggal tetap di dalam Yesus.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47