09 Juni 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 12:3
A. PENGANTAR
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Roma 12:3)
Manusia bertindak dari apa yang seyogyanya dia pikirkan dan rasakan.Bahkan pikiran yang tertanam mendalam sampai menjadi memori di dalam otak, akan mengendalikan perilaku manusia sehari-hari. Berdasarkan teori perilaku, 88% sikap dan perilaku manusia dikendalikan oleh semua memori yang tersimpan di dalam alam bawah sadar manusia. Diantaranya adalah motivasi, iman dan kebiasaan. Dalam perspektif Kristiani, setiap firman Kristus yang direnungkan secara konsisten dan responsif akan berbuah, menghasilkan firman iman atau iman. Prosesnya adalah terjadi di dalam alam pikiran bawah sadar seorang Kristiani. Apa yang dipikirkan manusia akan menghasilkan karya. Tokoh-tokoh iman di Alkitab menghasilkan karya Tuhan di jaman hidup masing-masing. Apa yang mereka imani di dalam pola pikir mereka, telah menggerakkan roda kehidupan mereka secara supranatural. Sebutlah Nuh, Abraham, Daud dan Musa. Kasih karunia Allah memenuhi mereka sehingga mereka mampu berpikir sepastas iman mereka.
Alkitab selalu menjelaskan secara tertulis dan atau tersirat bahwa landasan bertindak semua tokoh Alkitab adalah iman atau kebenaran yang berdasarkan iman (Roma 4:16). Iman adalah buah dari kasih karunia Allah, yang seyogyanya menjadi pendorong dan pengendali kehidupan orang Kristen. Iman akan bekerja dalam bentuk pelatihan berpikir, dimana mereka dapat berpikir seturut ukuran iman. Bukan beriman seturut dengan ukuran pikiran manusia. Sebab belum tentu apa yang manusia pikirkan dapat disebut iman. Tetapi semua yang diimani orang Kristen pastilah bagian dari proses berpikir dan memunculkan kehendak untuk bertindak. Terkadang orang Kristen berpikir tidak sepastasnya alias berpikir dan berkehendak melampaui iman mereka. Jika kondisi ini terjadi, maka orang Kristen sedang tidak beriman, tetapi bisa saja sedang membuat keputusan yang emosional atau nekat. Jadi, agar setiap tindakan kita selaras dengan iman atau dalam kendali kasih karunia Allah, perlu sekali orang Kristen berlatih membangun dan memupuk iman dengan tetap terbuka kepada Tuhan dengan sifat lembut hati dan rendah hati. Bertumbuh dalam kasih karunia adalah bertumbuh dalam membangun iman , iman yang mengendalikan semua proses berpikir orang Kristen.

Hendaklah kita terus melatih pikiran kita untuk berpikir dan merencanakan semua kegiatan berdasarkan tuntunan dan dalam kasih karunia Allah. Apapun dan dimanapun kita berada dengan berbagai macam kegiatan, kiranya itu semua sebagai buah pemikiran rohani kita. Sebab proses demikian pasti akan membuahkan pola kehidupan yang berkenan kepada Allah.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Roma 12:3
- Berdasarkan …. , aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan,…
- , tetapi hendaklah kamu berpikir ….
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Bagaimana Anda dapat berpikir sedemikian rupa menurut ukuran iman Anda? Coba pahami dan tuliskanlah pemahaman Anda.
B.3. MELAKUKAN (M3)

Latih diri Anda untuk merenungkan Taurat Tuhan atau FirmanNya secara konsisten dan persiten atau gigih agar ruang pikiran sadar dan ruang pikiran bawah sadar dipenuhi dan dikuasai oleh Firman Iman sehingga Anda akan terlatih dan terbiasa untuk membuat keputusan yang tepat dan berkenan kepada Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berbagi cerita kemenangan Anda tentang pengendalian berpikir di dalam kasih karunia Allah, kepada orang-orang terdekat Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

