SENIN – AKU BERMIMPI (I Have a Dream)

23 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kis 2:17

A. PENGANTAR

“Saya bermimpi bahwa keempat anak saya yang masih kecil suatu hari nanti akan hidup di negara yang tidak akan menilai mereka dari warna kulit mereka tetapi berdasarkan isi karakter mereka.” Kalimat diatas adalah sepenggal pidato yang disampaikan di kampanye anti diskriminasi ras tahun 1963 oleh seorang aktivis Amerika keturunan Afrika bernama Pdt. Marthin Luther King Jr. Suatu mimpi yang sangat besar dan membangkitkan semangat saat itu, namun juga sesuatu yang sepertinya mustahil tercapai. Dan bahkan Karena mimpinya itu Marthin Luther King Jr. harus rela kehilangan nyawanya karena dibunuh.

Namun karena mimpinya itu, saat ini orang-orang Amerika keturunan Afrika mempunyai status dan posisi yang jauh lebih baik di Amerika. Begitu menginspirasinya mimpi itu sehingga banyak sekali jalan-jalan di Amerika yang diberi nama Marthin Luther King. Mimpinya itu berdampak besar terhadap masyarakat Amerika. Bahkan 46 tahun kemudian, tepatnya 20 Januari 2009 Amerika memiliki presiden pertama yang merupakan orang Amerika keturunan Afrika yaitu Barack Husein Obama.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Kis 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

2Ptr. 3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Mimpi yang dimaksud dalam renungan minggu ini maupun khotbah kemarin bukanlah mimpi dalam arti bunga tidur yang tidak memiliki makna. Melainkan mimpi yang dimaksud adalah impian, tujuan, visi, atau cita-cita.
Impian sangat penting bagi kita. Impian menentukan arah hidup kita. Jika kita tidak mempunyai impian, berarti kita tidak memiliki arah hidup. Bahkan Allah mengajar kita untuk hidup dalam impian bahwa suatu saat jika kita setia, maka kita akan bersama-sama dengan Dia memerintah dilangit baru dan bumi yang baru, dimana terdapat kebenaran (2 Ptr. 3:13). Hal ini belum terjadi, dan sesuatu yang belum terjadi berarti masih bersifat impian bukan kenyataan. Namun Allah memberikan janji ini, supaya kita memiliki arah hidup. Jadi sebagai orang Kristen kita harus memiliki impian. Allah menjanjikan kita bahwa Dia akan memberikan mimpi dan penglihatan-penglihatan (Kis 2:17).

Secara spesifik/khusus Dia juga akan memberikan tujuan/visi/cita-cita kepada setiap anak-anakNya seperti Dia memberikannya kepada Yusuf, Daniel, Nehemia, Paulus, dsb. Cara Tuhan memberikannya mungkin tidak selalu sama setiap orang. Ada yang melalui mimpi seperti Yusuf, ada yang melalui penglihatan seperti Paulus, dsb. Namun yang pasti Dia selalu memberikan anak-anakNya impian/visi/tujuan untuk dicapai. Mungkin saja mimpi itu sepertinya tidak sebesar apa yang dilakukan oleh Marthin Luther King Jr. Mungkin mimpi itu sepertinya sangat sederhana, bahkan mungkin kita malu untuk mengatakannya. Tapi jika mimpi itu berasal dari Tuhan, pastilah itu sesuatu yang mulia dan berharga dimataNya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Pertanyaannya sekarang adalah masih kah kita miliki impian itu?masihkah kita mengatakan “Aku bermimpi…?” atau kita mengatakan “Aku sudah lupa!”, “lupakan saja”, “mengalir saja”, “tidak tahu”. Jika demikian, maka kita sedang hidup dalam zona bahaya. Karena kita sudah tidak lagi memiliki tujuan. Orang yang tidak memiliki tujuan, rawan untuk tersesat.

Mari ingat kembali pertama bahwa Tuhan memberikan tujuan/impian yang indah bahwa suatu saat kita akan ada dilangit yang baru dan bumi yang baru bersama dengan Dia. Kedua, ingat kembali impian/visi/cita-cita yang Tuhan pernah taruhkan dalam hidup kita, apapun itu, yang mungkin saat ini sudah terkubur oleh karena kesibukan ataupun karena pengaruh filosofi dunia ini. Sehingga kita menemukan kembali, gairah, arah dan tujuan hidup kita. Amin

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Mari saling meneguhkan saudara seimanmu dengan membagikan kebenaran yang engkau dapatkan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4