24 Mei 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Ester 4:14-16
Ester 4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”
Kita semua sudah sering membaca atau mendengarkan khotbah tentang Ester, seorang gadis yatim piatu yang diasuh oleh pamannya yang bernama Mordekhai. Alur ceritanya dituliskan dalam satu kitab sesuai dengan namanya yaitu kitab Ester. Sebuah kisah yang luar biasa bagaimana seorang wanita yang berkebangsaan asing “Yahudi” bisa menjadi Ratu di negeri Babel. Ester sebagai orang Yahudi, bisa hidup tetap mempertahankan culture Yahudi di negeri asing. Dari seorang yang tidak ada apa-apanya, tidak diperhitungkan, Ester menjadi Ratu di kerajaan Ahasyweros yang besar itu.
Ester berjuang untuk mencapai kedudukan itu di bawah arahan dari pamannya Mordekhai, berjuang dari bawah dan terpilih sebagai pemenang dalam satu kontes pemilihan ratu pada saat itu. Ester terpilih dan masuk istana, sekarang dia menikmati semua fasilitas istana. Sebelumnya hidup biasa-biasa menjadi hidup dengan fasilitas dan layanan yang luar biasa.

Coba kita perhatikan alur ceritanya, setelah Ester masuk istana, pada saat itu juga ada ancaman bagi bangsanya termasuk dirinya sebagai orang Yahudi, karena pada saat itu Haman orang kepercayaan raja punya niat buruk untuk membunuh semua orang Yahudi dan rencana itu sudah disetujui olah Raja pada saat itu. Hanya satu yang bisa membebaskan orang Yahudi yaitu mencabut keputusan Raja, tetapi ini sesuatu yang sulit untuk dilakukan karena menyangkut kewibawaan Raja.
Tetapi kita bisa membaca satu sikap rela berkorban dari Ester yang tidak hanya mencari keuntungan diri sendiri, mencari selamat untuk diri sendiri tetapi dia mau mendengarkan nasehat sekaligus permintaan dari Mordekhai pada saat itu, bahwa kedudukan yang dia peroleh sebagai Ratu “satu perkara yang mustahil” siapa tahu ini adalah kesempatan untuk membela bangsanya. Ester dimohon utk menggunakan kedudukannya untuk kepentingan bangasanya. Tetapi untuk ini tidak mudah, nyawa Ester adalah taruhannya, memenuhi permintaan ini, ada harga yang harus dibayar yaitu nyawanya sendiri.

Dalam pasal 4:16 disebutkan Ester memutuskan untuk masuk menghadap raja, sungguh-pun berlawanan dengan undang-undang, kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati. Selanjutnya dalam Ester 7:2-3 dijelaskan juga bahwa ratu Ester tidak mau mengambil tawaran Raja pada saat itu, jika Ester meminta setengah kerajaan sekalipun Raja akan memenuhinya, Ester ingin agar bangsanya dibebaskan dari hukuman. Sebuah kerelaan berkorban yang luar biasa dari Ester membawa keuntungan yaitu pembebasan bagi bangsanya termasuk dirinya sendiri sebagai bangsa Yahudi.
Dalam renungan kita hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan mempunyai tujuan atas promosi yang kita dapatkan, kedukukan atau posisi kita hari ini bukan untuk diri kita sendiri. Dibutuhkan kerelaan berkorban, sekalipun promosi itu akan lepas atau nyawa kita taruhannya. Kalau kita melakukannya karena KASIH maka Tuhan akan pelihara hidup kita, keluarga dan bangsa kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

