SABTU – BERIBADAH DENGAN PENGERTIAN YANG BENAR

18 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
Matius 15:7-9, TB

Ibadah yang “sejati” atau Logikos, (Bhs.Yun) adalah ibadah yang dilakukan dengan pengertian dan pengenalan akan Tuhan dengan benar (“rasional”) yaitu beribadah dalam keinginan tulus-ikhlas, murni, tidak tercemar, tidak bercacat, dan selalu mencari perkenanan Tuhan, mengutamakan Tuhan, dan mengabdikan diri, untuk memberi puji2an dan hidup kudus karena mengenal siapa Allahnya.
Ibadah yang sejati haruslah dilakukan dengan konsep pemahaman dan pengertian yang benar bahwa seluruh hidup kita (sebagai orang percaya) adalah IBADAH, dan segala sesuatu yang kita lakukan dan kerjakan dalam mengelola setiap tanggung jawab di keluarga, pelayanan atau pekerjaan/studi, dan seluruh hidup kita juga adalah *IBADAH yang harus dapat kita pertanggungjawabkan karena melakukannya dalam persekutuan kasih dan sikap takut dan hormat akan Tuhan.

MENEMUKAN (M1)

Matius 15:7-9, TB, “Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Pertanyaan:

  1. Hal apa yang membuat Tuhan Yesus mengatakan mereka sebagai “orang-orang munafik!”..?
  2. Ajaran apakah yg mereka ajarkan, yg membuat mereka “Percuma beribadah kepada Tuhan?”

MERENUNGKAN (M2):

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sesungguhnya bukanlah orang-orang jahat yang berusaha menjatuhkan Tuhan Yesus, karena kenyataannya mereka adalah orang-orang yang tahu dan ahli tentang Hukum Taurat, terpandang secara rohani, dan berusaha melakukan Hukum Taurat dan segala aturan2 yang ada pada mereka; tetapi bagi Yesus, mereka adalah orang yang munafik, karena walau secara penampilan luar/fisik atau perbuatan mereka rajin beribadah menurut ritual-ritual keagamaan, kebiasaan atau aturan-aturan manusia, tetapi sesungguhnya, mereka tidak melakukan Firman Tuhan, dan memuliakan Tuhan hanya dibibir saja, hatinya jauh dari Tuhan, dan bahkan tidak mengenal Allah secara pribadi.
Artinya, bagi Yesus, beribadah bukanlah tentang penampilan luar atau fisik yang rajin ke gereja, sibuk melayani, hadir beribadah, karena Tuhan hanya berkenan pada orang yang mengasihi DIA dengan: mendengar, memperhatikan dan melakukan FirmanNya dengan sungguh-sungguh (1 Sam 15:22).

MELAKUKAN (M3):

Ada beberapa ciri Ibadah yang dilakukan dalam pengertian dan pengenalan yang tidak benar, yaitu:

  1. Tidak murni (mencari keuntungan diri, asal2an, tidak kudus, berpikir untung/rugi, dst),
  2. Perbuatan tanpa kasih (pamrih, hitung2an),
  3. Tidak berbuat kebenaran sesuai Firman Tuhan (mengikuti cara2 dunia, tidak kudus),
  4. Tidak mengasihi saudaranya (1 Yoh 3:10),
  5. Beribadah karena “status” sebagai orang Kristen,*(datang, duduk, diam, dan pulang)
  6. Melakukan ibadah atau Bersekutu hanya karena rutinitas, atau karena perintah manusia.
  7. Merasa ada yang kurang kalau tidak melakukan aktivitas beribadah.

Dari beberapa ciri diatas, dalam hal apakah saudara merasa masih perlu berubah agar semakin beribadah kepada Allah dalam pengertian dan pengenalan yang benar?

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara dalam mengupayakan agar dapat beribadah kepada Allah dalam pengertian dan pengenalan yang benar.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47