KAMIS – SATU TUBUH: BANYAK KEMAMPUAN TAPI SATU YANG TERPENTING

24 Februari 2022

Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 12:27-31, 1 Korintus 13:1-13

A. PENGANTAR

Dalam satu tubuh, Allah memberikan banyak kemampuan melalui masing-masing anggota tubuh itu. Demikian juga kita jemaat Nya diberi oleh Allah orang-orang dengan berbagai macam kemampuan/pelayanan. Ada yang sebagai rasul-rasul, ada yang dipilih untuk menyampaikan pesan dari Allah, ada yang dipilih untuk mengajar, ada yang dipilih untuk melakukan mujizat, ada yang menerima kemampuan khusus untuk menyembuhkan orang sakit, atau untuk menolong orang lain, atau menjadi pemimpin, dan juga ada yang dipilih untuk berbicara dalam berbagai bahasa lain sesuai pimpinan Roh Allah. Jadi tidak semua kita dipilih untuk menjadi rasul, atau untuk menyampaikan pesan dari Allah atau untuk mengajar. Tidak semua kita mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit, atau untuk berbicara dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Allah. Dan tidak semua bisa menerjemahkan apa yang disampaikan dalam bahasa lain itu.
Jadi kita masing-masing anggota tubuhNya diberi oleh Allah kemampuan yang berbeda-beda.Tapi dari semua kemampuan itu, ada satu yang lebih penting yang harus dimiliki oleh semua anggota tubuhNya yaitu KASIH.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca 1 Korintus 12:27-31, 1 Korintus 13:1-13.
Temukan kemampuan/karunia apa saja yang diberikan oleh Allah kepada jemaat?
Temukan contoh-contoh perbuatan yang luar biasa, tapi akan menjadi sia-sia jika tidak dilakukan dalam kasih!
Apa yang terpenting dari Iman, Pengharapan dan Kasih?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dengan masing-masing kemampuan yang kita miliki saat ini yang diberikan oleh Allah, mari kita renungkan apakah kita sudah melakukannya dengan penuh Kasih? Apakah semuanya itu sudah dibalut dengan Kasih Allah? Karena jika tidak, sia-sia dan tidak artinya semua yang kita lakukan itu. Bacaan kita hari ini memberikan contoh bahkan seandainya kita diberikan kemampuan khusus untuk berbicara dalam semua bahasa manusia bahkan bahasa-bahasa yang digunakan malaikat, tapi kalau kita tidak mengasihi orang lain, maka kemampuan itu tidak ada artinya – sama seperti lonceng atau gong yang hanya berbunyi saja. Atau jika kita memiliki kemampuan khusus untuk menyampaikan pesan yang diterima dari Allah, bisa mengerti segala sesuatu bahkan rencana-rencana rahasia Allah, memiliki keyakinan yang besar sehingga atas perintah kita gunung berpindah, atau bahkan dengan bangganya kita memberikan harta kita kepada orang miskin dan menyerahkan tubuh kita sebagai kurban, tetapi kalau kita tidak mengasihi sesama, semuanya itu tidak ada artinya.

Bagaimana cara kita bisa tahu apakah yang kita lakukan itu sudah kita lakukan dengan penuh Kasih? Caranya dengan melihat apakah dalam setiap yang kita lakukan itu ada sifat-sifat kasih didalamnya. Apa saja sifat-sifat kasih? Sabar, murah hati, tidak iri hati, tidak membesarkan diri, dan tidak sombong. Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mencari kepentingan sendiri, tidak gampang marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan yang pernah dibuat oleh orang lain. Kasih itu tidak bersukacita waktu melihat orang lain melakukan yang jahat, tetapi bersukacita waktu melihat mereka hidup sesuai ajaran yang benar. Kasih itu kuat sehingga bisa bertahan menghadapi segala sesuatu. Kasih selalu siap untuk percaya dan berharap hal-hal yang baik mengenai orang lain. Dan kasih itu selalu sabar dalam setiap situasi.
Satu ayat yang luar biasa dari bacaan kita hari ini yang patut kita renungkan! 1 Korintus 13:13
Dari ketiga hal yakni Iman, pengharapan dan kasih, kasih adalah yang terbesar. Artinya apa? Iman dan pengharapan kita tidak akan lengkap jika tidak ada kasih didalamnya. Kita bisa mengaku orang percaya, sudah melayani bahkan menyampaikan pesan Tuhan, tapi jika kita tidak memiliki kasih maka semuanya sia-sia. Jika kita renungkan, nanti di surga apakah mungkin ada orang-orang yang ikut tinggal tapi tidak memiliki kasih? Pasti tidak ada. Orang-orang yang memiliki kasih lah yang akan tinggal bersama dengan Tuhan selamanya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Apapun yang Tuhan percayakan hari ini baik dalam pelayanan gereja, dalam pekerjaan, dalam lingkungan, dan dalam keluarga mari kita kenakan selalu kasih sebagai dasarnya. Apakah dalam setiap yang kita lakukan ada sifat-sifat kasih didalamnya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakan dan diskusikan dengan rekan/anggota komsel bahwa kita harus melakukan segala sesuatu dengan penuh kasih.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47